Kamis, 21 Oktober 2010

Berbagi pengalaman tentang beasiswa pemerintah Turki

Kuliah di luar negeri dengan beasiswa tentu sudah menjadi impian bagi setiap orang di Indonesia apalagi dengan mahalnya biaya pendidikan tinggi di Indonesia saat ini tentunya bisa kuliah gratis plus dapat menikmati  kehidupan di luar negeri yang berbeda budaya tentu akan menjadi satu pengalaman hidup tersendiri dan salah satu negara yang belakangan ini menjadi tujuan belajar para calon mahasiswa Indonesia adalah Turki.

Turki adalah negara yang cukup unik karena berada di persimpangan dua benua yaitu Asia dan Eropa terutama kota tua İstanbul atau yang dulu disebut Konstantinopel. Kota İstanbul memang dibelah menjadi dua bagian yaitu di Asia dan Eropa, bagian utara berada di benua Eropa dan selatan di benua Asia. Selain itu Turki juga banyak menyimpan koleksi benda bersejarah mulai dari zaman pra sejarah hingga kekhalifahan terbesar di dunia Islam, Utsmaniyah. Dengan latar belakang itulah Turki menjadi negara yang kaya akan muatan sejarah dan budaya. Alasan inilah yang banyak menarik minat mahasiswa Indonesia untuk belajar di Turki selain juga wilayah geografis yang sudah masuk ke dalam benua Eropa.

Studi di Turki bisa ditempuh dengan beberapa jalan yaitu biaya sendiri (bagi yang memiliki cukup biaya) dan beasiswa. Untuk studi di Turki dengan biaya sendiri maka prosedur yang harus dilakukan memang cukup rumit terutama untuk warga negara asing. Untuk tingkat sarjana atau S1 diwajibkan mengikuti semacam ujian khusus untuk masuk ke perguruan tinggi atau biasa disebut YÖS (Yabancı Öğrenci Sınavı) atau ujian khusus untuk mahasiswa asing. Setelah mengikuti YÖS maka calon mahasiswa akan diberitahukan nilai yang diraih kemudian dicocokkan dengan nilai minimum fakultas dan universitas yang ada di Turki. Kabarnya sejak tahun 2011 YÖS akan ditiadakan dan prosedurnya menggunakan ekuivalensi nilai mata pelajaran di Indonesia dan UN. Sedangkan untuk pasca sarjana (S2 dan S3) calon mahasiswa diwajibkan mengikuti ujian khusus yang disebut Alles Sınavı dalam bahasa Turki namun adapula universitas yang tidak mewajibkan Alles dan menggantinya dengan test berupa GRE/GMAT dan TOEFL seperti pada Bosphorus University dan Middle East Technical University (METU). Sebagian besar universitas di Turki memang masih menggunakan bahasa Turki sebagai pengantar kuliahnya namun sejak Turki masuk dalam list kerja sama dengan lembaga pendidikan Uni Eropa (Erasmus Mundus) maka sudah ada beberapa universitas yang menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantarnya. List universitas yang menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantarnya bisa dilihat di masing-masing website universitas di Turki (untuk mencari nama-nama universitas di Turki bisa search via Google). Nah jika sudah lulus ujian tersebut maka prosedur selanjutnya adalah pendaftaran kuliah dan pemilihan mata kuliah untuk masing-masing program studi yang diminati. Terkecuali untuk bidang studi kedokteran, universitas Turki juga mewajibkan ujian tambahan berupa TUZ (Türkiye Uzmanlık Sınavı) atau ujian keahlian dalam bahasa Turki. Jadi bila hendak mengambil ilmu spesialisasi di Turki warga negara selain Turki mesti mengikuti ujian tersebut yang kabarnya lumayan susah plus berbahasa Turki pula ujiannya. Pengalaman rekan saya yang berasal dari salah satu negara di Asia tengah sampai 3x mengulang ujian masih belum lolos juga padahal dia tergolong cukup pandai dan bahasa di negara asalnya juga mirip-mirip bahasa Turki.

Setelah lolos tahapan ujian tersebut maka prosedur yang perlu dilakukan adalah pendaftaran dan pemilihan mata kuliah di program studi yang diminati. Sebagai tambahan beberapa universitas di Turki sudah memiliki semacam student exchange dengan universitas di negara-negara anggota Uni Eropa. Jadi kita bisa mengikuti student exchange tersebut selama satu semester dan merasakan suasana pendidikan di universitas yang berbeda contohnya di kampus saya memiliki kerja sama dengan beberapa universitas di Jerman, Belanda, Swedia, dan Prancis jadi saya bisa mengikuti program student exchange di universitas negara-negara tersebut selama satu semester dengan cara mendaftarkan diri dan lolos seleksi yang diadakan oleh kampus saya.

Setelah semua proses dilakukan yang perlu dipikirkan adalah biaya kuliah dan biaya hidup. Biaya tersebut bervariasi tergantung dimana mahasiswa tinggal kalau di kota besar seperti İstanbul atau Ankara tentu biayanya lebih besar dibandingkan di kota kecil seperti Antalya atau Eskişehir. Rata-rata biaya hidup di Turki mencapai 1000 USD/bulan jika kuliah dengan biaya sendiri jadi tinggal hitung saja berapa biaya yang dibutuhkan selama setahun diluar uang kuliah lhoo....

Dan yang menjadi satu ganjalan adalah mahasiswa asing secara resmi masih belum diizinkan untuk bekerja di Turki mengingat jumlah pengangguran di Turki sendiri juga masih cukup banyak. Beberapa mahasiswa terutama yang berada di wilayah pusat pariwisata atau kunjungan turis kadangkala memanfaatkan waktu libur atau senggang dengan menjadi tour guide namun pekerjaan ini tidak bersifat permanen alias temporer saja dan tergantung pada koneksi serta informasi yang didapatkan tentang kebutuhan akan tour guide. Adapula rekan yang pernah bekerja magang dengan sebuah lembaga pendidikan Uni Eropa untuk menjadi tutor di kala liburan musim panas. Saya sendiri cukup beruntung bisa mendapatkan semacam pekerjaan sampingan sebagai research assistant di laboratorium tempat saya belajar karena kebetulan ada project yang didapatkan oleh dosen pembimbing thesis dan penelitan, pekerjaan ini bisa didapatkan apabila dosen pembimbing penelitian (terutama Doctoral research) mendapatkan project di institusinya dan penilaian atas kapabilitas kita dalam mengerjakan project tersebut. Dosen biasanya akan memberikan semacam test berupa kemampuan dasar tentang project yang dilakukan plus kemampuan bahasa Turki yang kita kuasai. Karena project yang dilakukan nantinya akan dilaporkan dalam dua bahasa yaitu Inggris dan Turki. 

Bagaimana dengan beasiswa? Beasiswa di Turki selama ini ada yang berasal dari yayasan pendidikan Turki di Indonesia dan juga pemerintah Turki. Saya kurang begitu mengetahui tentang beasiswa yayasan pendidikan Turki yang berada di Indonesia baik prosedur dan persyaratannya salah satu yayasan tersebut adalah PASIAD yang juga membuka international school di Indonesia, jika ada yang berminat mendaftar beasiswa melalui yayasan tersebut disarankan langsung menghubungi yayasan PASIAD (sekali lagi dimohon search sendiri yah prosedur, persyaratan, dan segala hal yang berkaitan dengan beasiswa tersebut karena saya juga gak ngerti bagaimana beasiswa tersebut didapatkan).

Lalu bagaimana dengan beasiswa pemerintah Turki? Kalau yang satu ini saya sedikit banyak bisa memberikan informasi (karena kuliah di Turki dengan beasiswa ini he he he....). Pemerintah Turki tiap tahunnya memang membuka peluang beasiswa untuk program sarjana (S1), pasca sarjana (S2 dan S3), riset, dan kursus bahasa Turki musim panas. Beasiswa ini mencakup pembebasan biaya kuliah, biaya tinggal di asrama pemerintah, biaya kursus bahasa Turki (bagi mahasiswa sarjana dan pasca sarjana selama kurang lebih satu tahun), uang saku yang besarannya bervariasi (tergantung tingkat pendidikan), dan asuransi kesehatan untuk penyakit ringan. Informasi selengkapnya tentang beasiswa ini bisa diperoleh di Kedutaan Turki Jakarta mengingat semua prosedur dan pengumuman dilakukan secara terpusat di Kedutaan Turki Jakarta disini saya hanya akan menjelaskan sedikit prosedur dan persyaratan secara umum saja. Yang pasti untuk beasiswa ini dibutuhkan kelengkapan dokumen berupa fotokopi ijazah terakhir dan transkrip nilai yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Inggris dan dilegalisasi pihak lembaga pendidikan yang mengeluarkan ijazah tersebut, formulir pendaftaran, fotokopi paspor, foto berwarna, surat keterangan sehat, surat rekomendasi dari 2 orang profesor/dosen/atasan kerja plus membuat semacam motivation letter (untuk S2 dan S3), serta dokumen lain seperti TOEFL jika ada (TOEFL sebenarnya bukan kewajiban namun jika punya lampirkan saja). Pembukaan pendaftaran beasiswa biasanya pada bulan Februari dan ditutup bulan Mei namun adakalanya mengalami perubahan seperti dipercepat penutupannya pada bulan April. Dan pengumuman penerimaan beasiswa diberikan pada bulan Juni (untuk kursus musim panas) dan September (untuk beasiswa riset dan program bergelar).

Setelah kelengkapan administrasi biasanya akan diadakan test berupa interview di Kedutaan Turki atau juga bisa via telepon. Saya diwawancarai oleh pihak Kedutaan Turki melalui telepon karena alasan pekerjaan yang tidak bisa saya tinggalkan saat itu. Materi wawancara berupa motivasi saya memilih studi di Turki serta pengetahuan umum tentang Turki. Adakah trik khusus supaya lolos dalam sesi wawancara? Sejujurnya tidak ada trik khusus, jawab saja apa yang ada di pikiran anda atau memang sudah dipersiapkan sebelumnya sisanya serahkan pada Yang Maha Kuasa karena itu juga salah satu faktor penentu yang penting dalam meraih beasiswa dimana saja. Khusus untuk beasiswa pemerintah Turki para penerima dibebaskan dari segala macam ujian semacam YÖS atau Alles sehingga ketika mendaftar kuliah kelak tidak perlu melampirkan surat keterangan lulus YÖS atau Alles artinya calon mahasiswa sudah langsung bisa mendaftarkan diri pada universitas yang diterima. Sayangnya beasiswa ini belum mencakup untuk program spesialisasi di bidang kedokteran mengingat mahalnya biaya studi kedokteran di Turki serta perlunya mengikuti ujian keahlian untuk bidang kedokteran.

Lalu step berikutnya? Tunggu saja pengumuman beasiswanya, kalau lolos maka anda akan dihubungi via telepon atau e-mail tentang kelolosan anda tapi jika tidak ada konfirmasi apapun pada sekitar bulan September atau Oktober berarti beasiswa Turki belum saatnya menjadi milik anda tapi anda bisa tetap mencoba tahun berikutnya karena tidak ada sistem black list dalam beasiswa Turki. Jika anda lolos maka persiapkan diri anda serta biaya perjalanan (beasiswa Turki tidak memberikan ongkos transportasi jadi anda wajib datang ke Turki dengan biaya sendiri). Visa dan surat konfirmasi penerimaan akan anda dapatkan saat datang ke Kedutaan Turki, untuk mahasiswa peraih beasiswa pengurusan visa cukup mudah dan cepat dalam waktu sehari sudah jadi. Dan selanjutnya siapkan keberangkatan ke Turki.

Saat ini jumlah mahasiswa Indonesia di Turki jumlahnya sudah banyak bahkan mencapai kisaran 400-an, supaya mempermudah proses administrasi sebelum kedatangan bisa berkorespondensi dengan mahasiswa Indonesia yang sudah terlebih dahulu di Turki dan bertukar pengalaman. Perlu diketahui masyarakat Turki lebih menyukai penggunaan bahasa Turki daripada bahasa asing seperti Inggris jadi kesulitan terbesar saat datang pertama kali di Turki adalah masalah bahasa dan komunikasi. Saat ini sebagian mahasiswa Indonesia bisa dihubungi melalui jejaring sosial Facebook PPI Turki selain blog PPI Turki. Cukup ketik PPI Turki pada bagian search di Facebook maka otomatis akan dihubungkan pada akun PPI Turki. Disana anda bisa berkenalan dengan mahasiswa Indonesia dan saling bertukar informasi. Jadi diharapkan keaktifan anda dalam mencari informasi, dan jangan segan-segan bertanya kepada rekan-rekan yang sudah terlebih dahulu bermukim di Turki. Namun saran saya tanyakanlah hal-hal yang penting saja mengingat rekan-rekan mahasiswa disini juga memiliki banyak kegiatan lain di kampus. Oleh karena itu partisipasi aktif dalam mencari informasi serta kemandirian penting dalam hal ini. 

Sebelum tiba di Turki pastikan juga tempat tinggal atau asrama yang akan anda tuju, pastikan jelas alamatnya jadi anda bisa dengan mudah menuju lokasi asrama nantinya. Setelah tiba di Turki anda wajib pergi ke pihak Milli Eğitim atau departemen pendidikan setempat untuk melaporkan diri serta mendapatkan semacam surat keterangan beasiswa jadi anda tidak perlu membayar uang asrama dan uang kursus bahasa Turki. Selain itu anda juga diwajibkan membuat semacam izin tinggal dengan cara mengurusnya di kantor polisi setempat. Pengurusan izin tinggal umumnya memakan waktu 2-3 minggu jadi setelah anda mendapat asrama dan tempat kursus segeralah membuat izin tinggal. Satu hal lagi anda juga diwajibkan membuat akun bank di Turki yang ditunjuk oleh pihak Milli Eğitim karena uang beasiswa akan dikirim tiap bulannya melalui rekening bank. Sebelum uang beasiswa keluar wajib bagi anda mempersiapkan dana pribadi untuk keperluan selama awal-awal masa tinggal di Turki. Jumlahnya tidak bisa saya pastikan bergantung pada kebutuhan masing-masing individu, saya sendiri menghabiskan uang sebanyak 300-400 USD saat pertama kali tiba di Turki tepatnya di kota Ankara. Namun ada juga rekan lain yang menghabiskan uang 500 USD lebih tergantung pola hidup masing-masing.

Selain itu yang patut menjadi perhatian adalah masalah barang elektronik seperti laptop atau handphone. Harga barang-barang elektronik semacam itu cukup mahal di Turki jika dibandingkan dengan di Indonesia anda bisa membawanya dari Indonesia, namun untuk handphone anda harus melaporkan atau mendaftarkan handphone anda ke pihak Departemen Komunikasi Turki melalui provider yang anda gunakan selama di Turki. Tersedia 3 provider di Turki yaitu Avea, Türkcell, dan Vodaphone. Pilihlah sesuai minat anda lalu mintakan pendaftran handphone yang dibawa dari Indonesia supaya tidak terblokir. Karena di Turki setiap handphone yang dibawa dari luar Turki akan mengalami pemblokiran sistem jika tidak didaftarkan dan akibatnya handphone anda tidak bisa digunakan. Ribet memang tapi itulah prosedur yang mesti anda lakukan jikalau ingin berkomunikasi dengan aman di Turki.

Masyarakat Turki umumnya cukup ramah terhadap warga asing terlebih lagi dari Indonesia, walau mereka belum banyak mengenal Indonesia namun sambutan dari mereka cukup hangat dan bersahabat. Mereka juga tidak akan segan-segan membantu bila ada kesulitan jadi anda tidak perlu khawatir dengan penerimaan dari masyarakat setempat. Namun bukan berarti semuanya aman selama di Turki, bagaimanapun ada juga sebagian sisi negatif yang mungkin akan anda jumpai selama menjalani masa belajar di Turki. Yang penting pandai-pandai saja membawa diri pada situasi dan kondisi di Turki. Pepatah dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung adalah kalimat yang pas untuk menjalani kehidupan yang jauh dari tanah air.

Masalah makanan juga kadang kala menjadi salah satu kendala selama di Turki. Cita rasa makanan di Turki berbeda dengan makanan Indonesia oleh karena itu disarankan membawa makanan instant dari Indonesia untuk mengimbangi perbedaan cita rasa ini. Perlahan-lahan anda akan dapat terbiasa oleh masakan Turki yang cenderung menggunakan daging dan sayuran mentah sebagai menu utama. 

Itulah sekelumit pengalaman yang saya dapatkan selama belajar di Turki, rekan lain mungkin mendapatkan pengalaman berbeda namun tidak bisa saya tuangkan disini. Secara umum gambaran itulah yang dilalui dan dirasakan oleh rekan-rekan lain pada masa-masa awal dan selama belajar di Turki. Yang pasti jika niat belajar anda sudah kuat insya Allah rangkaian peristiwa apapun di Turki akan dilalui dengan hati penuh lapang. Selamat berjuang

Wassalamualaikum

by Yan Provinta Laksana

 

15 komentar:

  1. merci bcp inponya kak...pengen banget s2 disana...:D

    BalasHapus
  2. salam kenal. goodluck

    http://villageofindonesia.blogspot.com/

    BalasHapus
  3. assalamualaikum ka,
    saya elmi, murid kelas 3 sekolah pariwisata di jakarta. tahun ini saya ingin mencoba mengambil program beasiswa pemerintah Turki dengan jurusan jurnalis / komunikasi. mau nanya nih, kalau ingin mengikuti seleksi di kampus yg dituju bagaimana caranya ya? ada trik yg bisa dibagi?
    terima kasih

    BalasHapus
  4. Waalaikumussalam

    Buat Elmi, untuk beasiswa S1 sejujurnya tidak ada trik khusus dalam memilih universitas atau seleksi di kampus karena menurut peraturan terbaru di Turki nilai UAN akan menjadi persyaratan dalam pemilihan kampus dan jurusan. Jadi jika nilai UAN cukup memuaskan maka jurusan apa saja bisa dipilih termasuk universitasnya

    Salam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak, tapi untuk yang 2014 kan pendaftaran ditutup tanggal 19 Mei, padahal pengumuman UAN tanggal 20 Mei, gimana dong kak?

      Hapus
  5. hmm,,mbak kalau summer school itu gimana ya? daftar sendiri atau gimana?ada syarat2 khusus kah?

    dan bisa gak kalo buat anak fk ?>
    makasih :)

    BalasHapus
  6. Salam

    Untuk summer school adalah kursus bahasa Turki yang diadakan selama kurang lebih 3 bulan di Turki. Pendaftarannya sama dengan beasiswa pemerintah Turki untuk S1 termasuk persyaratannya. Beasiswa ini terbuka untuk siapa saja tidak tergantung pada lulusan SMU,mahasiswa, dan profesional/pekerja.
    Untuk lebih jelasnya bisa langsung menghubungi Kedutaan Turki di Jakarta

    BalasHapus
  7. kak mau tanya kalau yang buat S1 juga ada tes wawancaranya ? apa buat s2 dan s3 saja ? :)
    terus,tes wawancaranya melalau telpon ? pakai bahasa inggris kan kak?

    kalau boleh tau , rata2 nilau UAN kakak yan provinta berapa waktu itu ?
    makasih kk mohon jawabannya :)

    BalasHapus
  8. Untuk test S1 tidak ada materi interview yang ada hanya seleksi dokumen saja jadi kelengkapan dokumen sangat menunjang untuk test beasiswa S1.

    Nilai UAN tidak disertakan untuk S2 dan S3 yg diperlukan hanya ijazah dan transkrip ijazah terakhir. Dulu saya tidak ada UAN yang ada EBTANAS dan jumlah mata pelajarannya ada 7 buah

    BalasHapus
  9. Kalau untuk Summer Camp, dokumen" yang harus diterjemahkan perlu pakai worn translator atau boleh diterjemahkan sendiri?

    BalasHapus
  10. assalamu'alaikum wr.wb
    sblumnya trimakasih atas tulisannya karena itu sngat membantu saya yg ingin melanjutkan studi ke turki melalui jalur beasiswa.
    setelah membaca tulisan anda, ada hal2 yg mau saya tanyakan;
    1. untuk program s1, apa ada ujian klayakannya? klo ada bahan materi ujiannya apa sj?
    2. masalah kelengkapan berkas, rekomendasi hrus dr alumni universitas turki atau tdk? trus bntuknya seperti apa?
    3. sertifikat TOEFL dibutuhkan apa tdk? minimal nilainya brp?
    4 saya sudah memantau beasiswa ini semenjak februari dan menanyakan lngsung ke kedutaan, tp blum ada kjelasan.. mohon bantuannya..

    maaf klo pertanyaan2 ini merepotkan mohon bntuannya dgn sangat..
    smoga Allah membantu dan menunjukkan jlan yg terbaik dan diridhoi olehnya kpd kita.. AMIN

    BalasHapus
  11. boleh minta contact personnya?? untuk lebih memudahkan dalam pencarian informasi..

    BalasHapus
  12. Kontak bisa dilakukan melalui website ppi turki di www.ppiturki.org atau email di ppiturki@gmail.com

    Salam

    BalasHapus
  13. Wuaachh..Pengen juga kuliah di Turki...

    BalasHapus
  14. bang, saya bisa minta perincian biaya mulai dari tiket ke turki sampai hidup awal disana gk..??
    soalnya saya baru aj, di terima juga bang..
    thanks before..

    BalasHapus